Aku ingin menjadi LUAR BIASA !

May 22nd, 2008 by willy-sad

Mata, pikiran dan hati
selalu ingin melihat semuanya indah seperti yang kita impikan. Tetapi mengapa
kenyataannya tidak seperti yang kita harapkan ? Anda tentu punya impian, harapan,
keinginan atau cita - cita.Pertanyaanya, sudahkah semuanya menjadi kenyataan ?
atau sudah berapa persenkah anda mewujudkannya ?

Tulisan ini akan mengajak
anda mendesain masa depan yang lebih baik. Namun sebelum melanjutkan membacanya
, siapkan pensil dan buku untuk mencatat hal terpenting yang muncul. Siapkan
pula pikiran, hati, ketulusan serta kejujuran anda menerima dalil - dalil di
bawah ini:

Pengakuan diri yang jujur
merupakan kunci sukses pribadi anda
Sebuah keberanian akan mengantar anda kejalan yang tepat
Sikap mau belajar merupakan teman seperjalanan yang akan memberi penerangan
Rendah hati adalah senjata untuk menghancurkan semua rintangan
Setelah memahami dalil - dalil diatas, mari berlayar memahami diri anda,
menemukan impian dan meraihnya.

Cita - cita. Pengenalan diri secara jujur
merupakan sikap yang sangat bijaksana sebelum anda ingin menjadi luar biasa.
Dengan begitu anda akan menemukan kelebihan dan kekurangan anda. " aku dan
cita - citaku " adalah suatu bentuk keinginan paling mendalam dari setiap
orang. Untuk mengenali diri anda sendiri maka anda harus set ulang apa
sebenarnya cita - cita anda. Mau jadi apa saya dalam 3, 5, 10 tahun mendatang ?
Orang - orang luar biasa selalu mencari lingkungan yang mendukung dirinya
menjadi apa yang diimpikannya. Jika tidak menemukannya, mereka tidak pasrah !
Mereka justru menciptakan lingkungan sendiri. Silahkan introspeksi diri apakah
cita - cita anda sejalan dan mendapatkan lingkungan yang sesuai. Jika tidak
anda harus berani keluar dari jalan yang selama ini dijalani. Beranilah
berputar haluan ! Lalu tatapkan cita - cita anda dan pegang teguh itu. Kenali
diri anda dengan cita - cita anda.

Citra Diri. Bagaimana cara anda memandang
diri anda sendiri ? Apakah anda melihat diri anda sebagai sosok yang lemah, tak
berdaya, penuh rasa rendah diri, apatis, egois, menyebalkan, minder, takut
gagal atau sifat dan sikap negatif lainnya ? Citra diri yang baik merupakan
syarat mutlak untuk anda menjadi manusia yang luar biasa. Jika selama ini anda
pesimis pada diri sendiri,maka sudah waktunya mengubah diri menjadi optimis,
berpenghargaan besar, berambisi, dan berani menghadapi tantangan dan resiko.
Setiap pribadi layak untuk berhasil dan sukses. Setiap pribadi berhak
menetapkan cita - citanya setinggi langit, berhak mendapatkan apa yang
diinginkan. Selama anda merasa todak layak, tidak mampu, itu berarti anda
terlalu menghina diri anda sendiri. Anda sudah menginjak - injak diri sendiri.
Sebab itu perbaiki cara melihat diri sendiri. Perbaiki citra diri anda.

Harga Diri. Perasaan diri sendiri atau
berapa besar menyukai diri sendiri itu adalah sebuah harga diri. Pernahkah anda
membayangkan jadi bintang film terkenal yang disanjung dan dihormati banyak
orang ? Bukankah hati dan perasaan anda sangat luar biasa ? Bukankah itu sangat
berpengaruh terhadap perasaan ? Bukankah kemudian anda semakin menyukai diri
anda sendiri ? Itulah sebuah harga diri. Menyukai, bangga, dan menyayangi diri
sendiri merupakan faktor terpenting untuk menjadi luar biasa. Orang lain tidak
mungkin akan menghargai anda jika anda sendiri tidak pernah menghargai diri
sendiri. Kalau anda memberikan nilai 10 pada diri anda maka orang lain pun akan
memberikan nilai 10, bahkan lebih ! Sebaliknya jika anda sudah tidak menghargai
diri sendiri, begitu murah menghargai diri sendiri, orang lain pun akan
melakukan hal yang sama terhadap anda. Maka hargai diri anda setinggi -
tingginya.

Menantang Diri
Sendiri
.
Anda tidak mungkin termotivasi setiap saat.

Ada

kalanya jika hidup terasa sulit sehingga
motivasi hilang. Tetapi sebaliknya, jika perasaan anda sedang senang maka anda
akan mendapatkan kembali api motivasi tersebut. Motivasi akan muncul jika
berhubungan dengan nilai kehidupan, keinginan, kebutuhan dan ambisi. Motivasi
juga akan timbul jika kita hendak bepergian, kehidupan terancam atau waktu
menghadapi sebuah resiko. Maka, tatkala anda kehilangan motivasi, saatnya anda
harus menantang diri sendiri. Ciptakan lagi motivasi yang terhilang tersebut.
Bagaimana caranya ? lakukan cara ini : tetap antusias, penuhi diri dengan rasa
ingin tahu, baca buku, dengar kaset motivasi, renungkan terus impian, bayangkan
saat impian terwujud, sadari bahwa anda dalam proses perubahan, dan jangan
berharap kehidupan jadi lebih mudah. Menantang diri sendiri berarti anda berani
mengakui segala kelemahan dan kekurangan. Anda harus siap mengubahnya menjadi
kekuatan dan kelebihan. Berani menantang diri anda sendiri berarti anda sudah
masuk ke dalam dunia komitmen yang tertinggi dalam proses pencapaian kemenangan
diri anda.

Mulai Bergerak. Setelah mengetahui dengan pasti
ke mana anda akan pergi, maka saatnya anda bergerak. Kesiapan sangatlah
diperlukan dalam perjalanan anda menjadi manusia yang luar biasa. Maka hal -
hal yang harus anda lakukan adalah : mengubah frustasi menjadi aksi. Sudah
saatnya anda tinggalkan konsep - konsep, metode, cara - cara kerja dan
kebiasaan lama. Ganti dengan yang baru. Saatnya anda bangkit, bangun dan sadar
bahwa ternyata anda menjadi luar biasa jika anda mau dan bersedia membayar
harganya. Apa yang harus anda perbuat ? Buat daftar sifat terbaik lalu buang
sifat buruk. tetaplah bergairah, terus belajar mengembangkan potensi diri,
kepribadian, tantangan lebih berani, selalu bicara positif, membuat prestasi
lebih baik, selalu berhubungan dengan orang lain, selalu memotivasi diri setiap
saat, dan memahami hukum panen. Jika anda menghendaki buah durian janganlah
menanam biji jagung.

Menjadi Luar
Biasa
.
Setelah mengenali diri, berani menantang diri sendiri, mulai bergerak ke depan
ke arah perbaikan, kemajuan, pengembangan diri yang positif, maka siap -
siaplah menyongsong lahirnya diri anda sebagai manusia luar biasa. Berfikir
terlebih dulu baru bertindak adalah cara yang benar yang dilakukan oleh orang -
orang luar biasa. Kendaraan berati fasilitas yang dipergunakan untuk menuju ke
masa depan yang anda inginkan. Kendaraan anda tidak lain adalah semangat anda.

Kemauan. Akhir kata, kemauan dan pilihan
adalah yang sangat menentukan apakah anda ingin tetap menjadi manusia yang
biasa atau luar biasa. Tidak perduli anda siap dan dari mana, jika anda mau dan
memilih untuk menjadi orang yang luar biasa anda pasti bisa. Tetapi jika anda
tidak mau, maka hidup anda tidak akan pernah berubah. Jika anda tidak memilih,
janganlah menyalahkan keadaan. Anda yang menentukan ke mana akan pergi, dengan
siapa pergi, apa yang harus dibawa, berapa banyak bekal, kapan mau berangkat,
jalan mana yang harus dilewati, semuanya tergantung pada pilihan dan keputusan
anda sendiri. Menjadi luar biasa hanyalah salah satu pilihan yang dapat anda
pilih dalam kehidupan anda. Anda pasti bisa jika anda menginginkannya. Salam
sukses !

(oleh:
Benyamin,

Pemimpin

Gemini

Training

Center

).

Jadi Entrepreneur, atau Jadi Kulinya Entrepreneur ?

May 8th, 2008 by willy-sad

Mengapa Perlu Optimis ?

April 30th, 2008 by willy-sad

Mengapa optimisme diperlukan?

Apakah Anda seorang yang optimis dalam menghadapi bulan-bulan ke depan di tahun 2008 ini? Tunggu dulu. Kita orang optimis atau pesimis tidak penting diutarakan secara verbal di hadapan orang lain. Kitalah orang yang paling tahu apakah kita seorang yang optimis atau pesimis. Tingkat ke-optimis-an dan ke-pesimis-an kita tidak bisa diukur dengan ucapan mulut. Mulut kita memang bisa saja mengatakan kita ini orang optimis. Meski begitu, jika yang kita praktekkan sehari-hari justru bertentangan dengan kaidah-kaidah optimisme, maka kita bukanlah orang yang optimis.

Optimisme memiliki dua pengertian. Pertama, optimisme adalah doktrin hidup yang mengajarkan kita untuk meyakini adanya kehidupan yang lebih bagus buat kita (punya harapan). Kedua, optimisme berarti kecenderungan batin untuk merencanakan aksi, peristiwa atau hasil yang lebih bagus. Kalau dipendekkan, optimis berarti kita meyakini adanya kehidupan yang lebih bagus dan keyakinan itu kita GUNAKAN untuk menjalankan aksi yang lebih bagus guna meraih hasil yang lebih bagus.

Optimisme seperti itu dalam prakteknya sangat diperlukan. Ini antara lain dengan alasan-alasan:

Pertama, energi positif (dorongan). Kalau bicara harapan sebatas harapan (baca: harapan mulut), tentunya kita sudah tahu kalau harapan itu tidak bisa mengubah apa-apa. Lalu untuk apa kita membutuhkan harapan (optimisme)? Ini untuk mengeluarkan energi positif. Untuk menciptakan langkah dan hasil yang lebih bagus dibutuhkan harapan yang lebih bagus agar energinya lebih bagus. Memiliki harapan yang lebih bagus akan memunculkan energi dorongan yang lebih bagus.

Sekarang, coba kita bayangkan apa yang akan kita rasakan seandainya kita sudah tidak memiliki harapan adanya kehidupan yang lebih bagus di masa datang? Kemungkinan yang paling dekat adalah kita tidak terdorong untuk melakukan sesuatu yang lebih bagus, terasa hambar, terasa biasa-biasa saja. Kehidupan yang lebih bagus memang tidak bisa diwujudkan dengan hanya harapan, namun untuk meraihnya dibutuhkan harapan yang bagus. Karena itu ada yang mengatakan, selama harapan itu masih ada berarti kehidupan kita masih ada. Collin Powell sendiri mengakui: “Optimism is a force multiplier.

Kedua, perlawanan. Tingkat perlawanan seseorang terhadap masalah atau hambatan yang dihadapinya juga terkait dengan tingkat keoptimisannya. Orang dengan optimisme yang kuat biasanya punya perlawanan yang kuat untuk menyelesaikan masalah atau hambatan. Sebaliknya, orang dengan optimisme rendah (pesimis), biasanya punya tingkat perlawanan yang lebih rendah, cenderung lebih mudah pasrah pada realitas atau keadaan ketimbang memperjuangkannya.

Secara agak lebih ekstrim sedikit, kita bisa membagi manusia dalam menghadapi masalah / hambatan itu menjadi tiga kelompok, seperti yang ditulis Less Brown dalam “Learn To Be Winner” (Top Achievement: 2000]. Ketiga kelompok itu adalah the winner (pemenang), the loser (pecundang) dan the potential winner (calon pemenang). Menurut Kevin Costner, yang disebut pemenang itu adalah orang yang jatuh, gagal dan kurang, tetapi pada akhirnya menang karena pendirian, keyakinan dan komitmen yang dipegangnya dengan  teguh untuk mencapai impiannya."

Apa yang membuat seseorang menjadi pemenang dan pecundang? Tentu banyak faktor yang terlibat. Tapi kalau mau melihat kondisi faktor internal, tentu peranan harapan atau optimisme tidak bisa dielakkan. Kalau mau pakai pedoman pendapat Greg Phillip (The ultimate potential: 2004), faktor internal yang terlibat itu adalah: a) harapan, b) keyakinan, c) kontrol-diri, dan d) sikap mental.

Ketiga, sistem pendukung. Harapan optimisme juga berfungsi sebagai sistem pendukung. Kalau kita menginginkan keberhasilan, lalu kita berpikir berhasil, punya kemauan untuk berhasil, punya sikap yang dibutuhkan untuk berhasil dan melakukan hal-hal yang dibutuhkan untuk keberhasilan itu, maka logikanya kita pasti berhasil. Soal kapannya itu urusan lain.

Yang menjadi masalah buat kita adalah kita menginginkan keberhasilan tetapi kita malas-malas (tidak punya kemauan), punya sikap yang tidak mendukung, berpikir negatif, harapannya pesimis, dan lebih sering tidak melakukan hal-hal yang kita butuhkan untuk berhasil. Ibarat mesin, jika yang aktif hanya satu sistem, sementara sistem yang lain mati atau bekerja untuk hal-hal yang tidak kita inginkan, maka operasi sistem itu kurang optimal.

Intinya, harapan di sini bukan tujuan, apalagi tempat bergantung. Kita tidak boleh menggantungkan harapan pada harapan itu, melainkan pada usaha. Harapan di sini adalah metode atau jalan agar kita bisa mengeluarkan energi positif, bisa mengatasi masalah secara positif sepositif harapan kita dan bisa memiliki mesin prestasi yang seluruh sistemnya bergerak secara positif.   

Sebuah temuan mengungkap bahwa orang yang memiliki harapan optimis, umumnya memiliki kualitas di dalam diri yang antara lain:

§        Punya fokus langkah yang selektif, punya sasaran usaha yang jelas
§        Bisa menerima fakta hidup dengan kesadaran, tanpa banyak mengeluh atau   
          memprotes
§        Memiliki bentuk keyakinan yang membangkitkan
§        Punya perasaan diberkati rahmat Tuhan
§        Punya kemampuan untuk menikmati kehidupan
§        Punya kemampuan dalam menggunakan akal sehatnya dalam menghadapi
         tantangan hidup
§       Punya kemampuan untuk menjalankan agenda perbaikan diri secara terus
         menerus
§       Punya penghayatan yang bagus terhadap praktek hidup yang dijalankan
        sehingga bisa membedakan praktek yang salah dan praktek yang benar;
        praktek yang tepat dan praktek yang menyimpang

§         Punya kepercayaan yang bagus terhadap kemampuannya

§         Punya perasaan yang bagus terhadap dirinya

Apa yang perlu dihindari dalam berharap?

Meski untuk berharap itu tidak ada peraturannya, namun berdasarkan pengalaman dan kebiasaan, ada beberapa hal yang akan lebih bagus kalau dihindari. Beberapa hal itu antara lain:

Pertama, harapan mulut (wish). Seperti apa harapan mulut itu? Kalau kita berharap adanya hari esok yang lebih bagus, namun itu hanya kita gunakan dalam ucapan atau tulisan, tanpa diiringi dengan tujuan, perencanaan, strategi, tehnik dan pelaksanaannya (aksi), ya ini namanya harapan mulut. Biasanya, harapan seperti ini tidak mengubah apa-apa. Harapan seperti ini sama seperti fantasi atau keinginan-keinginan yang sifatnya masih umu.

Para pakar pengembangan diri umumnya membedakan antara “wish” dengan “goal” (tujuan atau keinginan yang jelas). Katanya, orang lemah biasanya hanya punya wish; sementara orang kuat biasanya memiliki goal. Goal adalah keinginan dengan sasaran yang jelas dan jelas-jelas kita usahakan. Sekedar punya wish dalam pengertian seperti ini, tentu semua orang bisa. Sayangnya, praktek hidup ini tidak peduli dengan berbagai wish yang kita ucapkan.

Kedua, terlalu berharap (over-expectation). “Jangan terlalu berharap nanti kecewa sendiri”, itu pesan yang sering kita dengar. Memang ini tidak pasti tetapi biasanya begitu. Terlalu berharap itu berbeda dengan memiliki harapan yang kuat (optimis). Harapan yang kuat berujung pada aksi atau usaha yang kuat. Seperti yang sudah kita bahas, optimisme itu artinya kita menciptakan keyakinan dan menggunakannya dalam bertindak. Sementara, terlalu berharap biasanya hanya berhenti pada mengharap, untuk mengharap dan selalu mengharap. Ada pepatah yang berpesan begini: “Jika kau mengharapkan sesuatu, jangan terlalu mengharapkannya.” Bahkan Samuel Somarset mengamati bahwa terlalu mengharapkan sesuatu kerapkali malah mengundang datangnya sesuatu yang tidak kita harapkan. Inilah anehnya hidup itu.

Ketiga, berharap dengan setengah takut (ragu-ragu). Biasanya, harapan seperti ini lahir dari ketidaktahuan kita secara akurat. Jika kita mengharapkan hari esok yang lebih bagus, namun kita tidak tahu apa alasan kita berharap seperti itu, ya mau tidak mau harapan kita tidak steril. Harapan kita masih bercampur dengan ketakutan dan keragu-raguan. Seperti kata  Coach Bear Bryant, yang membedakan orang per-orang itu bukan harapannya pada keberhasilan, tetapi persiapannya. Semua orang mengharapkan keberhasilan, tetapi hanya orang yang punya persiapan matang yang berpeluang untuk berhasil.

Keempat, menggantungkan harapan pada kenyataan.Kalau kita hari ini punya harapan cerah karena sehabis terima bonus tahunan, kemudian bulan depan kita berharap lesu karena tidak ada bonus, ini namanya menggantungkan harapan pada kenyataan. Artinya, kita men-set harapan itu sesuai dengan kenyataan-sementara yang kita hadapi.

Pada ukuran yang wajar, bisalah kita sebut ini kelemahan-manusiawi yang wajar. Dibilang tidak bagus memang tidak bagus tetapi ini dimiliki oleh semua manusia. Nah, agar kewajaran ini tidak membuahkan kerugian atau kefatalan, maka kita diajarkan untuk menggantungkan harapan pada Tuhan(iman), bukan pada realitas. Artinya, kita perlu belajar menemukan alasan yang kuat untuk bisa memiliki harapan optimisme, terlepas realitas-sementara yang kita hadapi. Seperti pesan Einstein, orang optimis bisa melihat sinar di ujung kegelapan; bisa melihat tanda-tanda peluang di balik kesulitan.

Kelima, mempertentangkan harapan dan kenyataan. Apa yang membuat orang stress berkepanjangan? Apa yang membuat orang terkena konflik-diri terlalu lama? Salah satunya adalah kurang bisa me-manage gap antara harapan dan kenyataan. Orang yang bisa me-manage, biasanya menjadikan kenyataan sebagai dorongan untuk mewujudkan harapannya. Mereka bisa menggunakan ketidakpuasan sebagai dorongan untuk menciptakan perubahan. Banyak kan orang yang akhirnya mendapatkan “berkah” dari kenyataan buruk yang dihadapinya?

Sebaliknya, orang yang belum bisa me-manage, kerapkali menjadikan kenyataan ini sebagai killer harapannya. Mereka menjadikan kenyataan sebagai penyubur apatisme dan pesimisme. Meski sama-sama menghadapi kenyataan yang sama, namun karena sikap mentalnya berbeda, ya akan berbeda hasilnya. Tidak sedikit kan orang yang selalu menuding kenyataan dan menjadikan kenyataan itu sebagai dalil pembenar untuk hopeless?

Bagaimana menciptakan harapan yang optimis?

Harapan optimistik berbeda dengan harapan pesimistik. Bedanya dimana? Bedanya adalah, yang pertama harus diciptakan, sedangkan yang kedua tidak usah diciptakan. Pertanyaannya adalah, bagaimana menciptakan harapan optimistik itu? Di bawah ini ada beberapa pilihan yang bisa kita jadikan acuan:

Pertama, memiliki tujuan atau sasaran aktivitas yang jelas. Apa tujuan yang hendak anda raih di tahun 2007 ini? Kalau anda pelajar/ mahasiswa, tentukan tujuan atau standar prestasi yang benar-benar ingin anda raih. Kalau anda seorang karyawan, tentukan tujuan atau standar prestasi yang hendak anda wujudkan. Kalau anda seorang pengusaha, tentukan tujuan usaha anda yang lebih tinggi dari yang kemarin.

Banyak studi yang sudah mengungkap bahwa keoptimisan seseorang itu terkait dengan “internal value” dan “standard”. Memiliki harapan optimistik tidak bisa dibuat-buat. Sejauh di dalam batin kita ada standar, ada sasaran atau tujuan yang benar-benar berarti buat kita dan benar-benar kita perjuangkan, maka secara otomatis harapan itu muncul. Seperti kata C.R. Synder, Ph.D, penulis buku “The Psychology of Hope”, bahwa menentukan tujuan merupakan cara untuk membangkitkan harapan.

Kedua, ciptakan opini-diri yang bagus. Orang itu memang bermacam-macam. Terkait dengan opini-diri ini, ada orang yang meng-opini-kan dirinya sebagai orang lemah, tidak memiliki apa-apa, merasa tidak sanggup untuk merealisasikan tujuannya, merasa tidak punya alasan untuk berhasil, merasa tidak memiliki resource yang dibutuhkan, dan lain-lain. Ada juga orang yang berusaha meng-opini-kan dirinya sebagai orang kuat (warrior), merasa yakin dan mampu akan dapat mewujudkan tujuannya, merasa punya alasan yang kuat untuk berhasil, tahu apa yang harus dilakukan, tahu resource yang bisa digunakan, dan seterusnya.

Opini-diri mana yang lebih positif untuk kita miliki? Tentu saja yang kuat. Opini-diri yang kuat memang tidak otomatis dapat merealisasikan tujuan-tujuan atau sasaran yang kita buat. Tetapi perlu diingat, untuk merealisasikan tujuan itu dibutuhkan opini-diri yang bagus. Coba saja kita membiarkan opini-diri yang lemah, mana mungkin kita sanggup untuk sekedar punya harapan yang optimistik.

Jhon C. Maxwell pernah berpesan begini:  “Ketika anda mengubah pikiran anda maka keyakinan anda akan berubah. Ketika anda mengubah keyakinan anda maka harapan anda berubah. Ketika anda mengubah harapan anda maka sikap anda akan berubah. Ketika anda mengubah sikap anda maka prilaku anda akan berubah. Ketika anda mengubah prilaku anda maka performansi anda akan berubah. Ketika anda mengubah performansi anda maka hidup anda akan berubah.”

Ketiga, miliki sikap dan pandangan yang sehat tentang hidup ini. Konon, salah satu penyebab yang membuat orang gagal memiliki harapan optimistik adalah sikapnya yang kurang sehat. Bagaimana sikap dan pandangan yang kurang sehat itu? Salah satunya adalah ketika kita tidak bisa menerima kenyataan dengan berbagai macam warna-warninya (fakta kehidupan). Ketika kita tidak belajar menerima kehidupan ini seperti adanya untuk kita usahakan seperti yang kita inginkan, memang yang kerap terjadi malah membikin kita mudah terkena stress atau tekanan. Kalau sudah begini, harapan kita juga terancan. Tetaplah berharap akan adanya kehidupan yang lebih bagus tetapi juga harus mengakui dengan kesadaran akan fakta hidup yang ada: terkadang ada OK dan terkadang tidak OK.

Keempat, temukan model. Model yang dimaksudkan di sini adalah orang. Temukan orang yang kira-kira budaya hidupnya bisa anda contoh. Temukan orang yang kira-kira pendapatnya tentang diri anda dan dunia ini bisa membangkitkan anda. Temukan orang yang bisa meng-inspirasi anda. Saran Mark Twin, jangan mendekati orang yang ucapannya malah menghancurkan harapan anda (menggembosi). Jangan pula mencontoh orang yang tidak punya harapan optimistik apabila kita ingin punya harapan optimistik.

Orang seperti itu bisa orang yang anda di sekeliling anda, kenalan, atau orang yang anda kenal lewat karyanya saja. Di majalan Fast Company edisi 20 Desember 2006 ini, ada kalimat yang bagus untuk kita ingat. Kalimat itu bunyinya begini: "Often the most important people in our network are those who are acquaintances." Acquaintances itu belum menjadi friend apalagi close friend, tetapi kenalan. Intinya, kita tidak perlu pusing mencari model orang karena ada dimana-mana dan bisa siapa saja.

Kelima, tingkatkan keimanan. Salah satu esensi keimanan adalah adanya kesadaran bahwa kita ini “dimiliki” (being owned) oleh Tuhan atau munculnya perasaan “kebersamaan” dengan Tuhan. Semakin kuat keimanan itu, semakin kuat juga kesadaran itu dan rasa kebersamaan itu. Punya kesadaran yang kuat bahwa kita ini “dimiliki” akan membuat kita tidak mudah merasa sendirian atau merasa tidak memiliki siapa-siapa dalam menatap masa depan. “Keimanan”, menurut kesimpulan Margo Jones, adalah prasyarat bagi semua usaha.

Semoga bermanfaat !

Kata-kata bijak…

April 25th, 2008 by willy-sad

DONT JUDGE THE BOOK BY THE COVER
( "Jangan menghukum buku dengan koper" )
:laughatr:
Jangan putus asa, tidak semua orang
menilai manusia dari fisiknya,
sapa tau bisa dari rumahnya, mobilnya,
pekerjaannya, atau tabungannya

LIKE FATHER LIKE SON
( "Suka bapaknya, suka juga sama anaknya" )
Jangan salahkan diri kamu kalau kamu
jelek, salahkanlah orangtuanya,
karena jelek itu keturunan..iya kan??

THE BEAUTY IS UNDER THE SKIN
( "Jadi cakep kalo uda ganti kulit" )
Perbaiki inner beauty kamu, itu kalau
ngerasa sisi luar kamu udah
ancur ga ketolong lagi…

NO GAIN WITHOUT PAIN
("Ga dapet duit kalo ngga kesakitan
dulu…kaya kuda lumping" )
Jgn sakit ati kalo dikatain jelek, cuek
aja, inget film Beauty and The Best
kan?

JUST BEE YOURSELF :tooth:
("Sengatkan diri anda dengan tawon")
Jadilah diri kamu sendiri, kalau kamu
jelek syukurilah soalnya kalo
kamu ganteng pasti kamu bakal banyak
dosanya hehehe

THE TRUTH IS OUT THERE

("Yang bener boleh keluar")
Kalau orang lain menilai kamu jelek,
jangan diambil ati, penilaian manusia
tidak selalu
benar (maksudnya kali kamu sebenarnya
lebih jelek lagi)

THE RIGHT MAN IN THE WRONG PLACE
("Orang disebelah kanan,salah
tempat..hrsnya disebelah kiri")
Cakep-jelek itu tergantung lingkungan,
misalnya kamu disini jelek tapi di
Afrika bisa paling ganteng lho, makanya
pindah ke sono aja hehehehe

LOVE IS BLIND
("Mencintai orang buta")
Cinta tidak memandang cakep atau jelek,
ga percaya? Tanyakan hal ini
sama orang jelek…

Memang CAKEP itu RELATIF…tapi kalo
JELEK itu MUTLAK BO !

Keep Going!

April 20th, 2008 by willy-sad

Janganlah Menyerah   

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam
sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama
berjam-jam semetara si petani memikirkan apa yang
harus dilakukannya.

Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan
sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena
berbahaya);jadi tidak berguna untuk menolong si
k! eledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk
datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai
menyekop tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang
sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian.Tetapi
kemudian, semua orang takjub, karena si keledai
menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi
dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam
sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop
tan ah dan
kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang
menakjubkan. Ia
mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang
menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah
itu.

Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah
kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus
juga mengunca! ngkan badannya dan melangkah naik. Segera
saja, semua orang terpesona ketika si keledai
meloncati tepi sumur dan melarikan diri !

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran
kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk
keluar dari ’sumur’ (kesedihan, masalah,dsb) adalah
dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari
diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik
dari ’sumur’ dengan menggunakan hal-hal tersebut
sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu
pijakan untuk
melangkah.
Kita dapat keluar dari ’sumur’ yang terdalam dengan
terus berjuang,jangan pernah menyerah !

Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :

1. Bebaskan dirimu dari kebencian
2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan
3. Hiduplah sederhana
4. Berilah lebih banyak
5. Tersenyumlah
6. Miliki teman yang bisa membuat engkau tersenyum

"Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk,
inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini !

3 Sesi Kehidupan

April 19th, 2008 by willy-sad

3 Sesi Kehidupan   

Hari kemarin. (PAST)

Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah
terucapkan. Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan;
dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja…

Hari esok. (FUTURE)

Hingga mentari esok hari terbit,
Anda tak tahu apa yang akan terjadi.
Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; biarkan saja…

tapi……

Hari ini. (PRESENT)

Pintu masa lalu telah tertutup;
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini
bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan
melepaskan ketakutan akan esok hari. Hiduplah
hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah
permainan pikiran yang rumit. Hiduplah apa adanya.
Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang
abadi. Perlakukan setiap orang dengan kebaikan
hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk
pada anda.

Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena
mungkin besok cerita sudah berganti. Ingatlah bahwa
anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan
karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri
anda sendiri Jadi, jangan biarkan masa lalu
mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung,
lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan SEKARANG
juga!!!!!!

The day will come when you will review your life
and be thankful for every minute of it. Every hurt,
every sorrow, every joy, every celebration, every
moment of your life will be a treasure. This is
why today is called a PRESENT.